Apakah ini? Entahlah!
Dah lamaaa….banget, blog ini gak diisi. Huah jadi bingung juga..kenapa bisa?
Mungkin kalau mo dicari alasannya, ada 2 yang paling utama ya?
- Pertama karena aku super duper pemalas!!
- Sedangkan yang kedua karena aku sebenarnya gak terlalu suka mengekspos diri di hadapan publik (padahal publik mana yang baca tulisan ini?
).
Jadi….sekarang dengan niat yang dikuatkan dan iman yang diteguhkan (pinjam istilah Sanchai –CAIYO!!!)……aku mo mencoba sekali lagi untuk menulis. Entah tulisan ini akan di ekspos atau tidak…..yah….MARI KITA LIHAT!
Pernah gak kamu ngerasa ngilu kalau mengunjungi tempat2 keramat? Bukan kuburan atau rumah kentang dkk sih….tapi lebih ke tempat yang dulu pernah jadi tempat yang memberikan kamu kenangan dan mengisi ingatanmu dengan seribu satu kejadian pada jangka waktu tertentu. Aku selalu ngerasa itu setiap kali mengunjungi tempat2 keramat kayak gini. Semacam trauma kali ya? Atau kehilangan? Atau kenangan yang gak bisa dihapus dari alam sadar maupun bawah sadar? Entahlah, yang jelas setiap kali aku mengunjungi atau bahkan cuma sekedar lewat….terasa –meminjam istilah Donald Duck dkk– "sigh!"
- Rumah aku di Bekasi. Gak tau kenapa…cuma lewat Jl. Kalimalang aja aku dah ngerasa "sigh yang susah banget buat dijelaskan" apalagi untuk sampai depan rumah tersebut dan masuk kedalamnya. Sampai sekarang, kalau gak terpaksaaaa dan dipaksaaaaa, aku lebih baik memilih untuk ngeles dari kewajiban mengunjungi itu rumah untuk sekedar ngecek kondisinya. Terakhir aku datangi rumah ini mungkin dah hampir 5 tahun yang lalu….dan! Bagian dalamnya membuat "sigh" yang lebih panjang lagi….sofa dan buffetnya ternyata masih yang dulu! Sigh…sigh…sigh!! Apa ini trauma karena di rumah ini aku kehilangan…? Atau karena aku meninggalkan jejak yang cukup banyak? Entahlah….
- Tentu saja–off course–rumahku di Menteng Atas. Kalau gak salah–yang berarti tentu ajah benar– aku pindah dari tempat ini sejak kelas 2 SMP. Kalau menurut kebanyakan orang "first cut is the deepest"…maka buat aku –hingga saat ini sayangnya–, first cut yang satu ini terasa gak deepest2 amat. Akan tetapi ini mungkin terjadi karena aku gak pernah mengunjungi the exact location sejak aku pindah kali ya? Entahlah. Mungkin kalau aku lewat (secara menurut gosip yang beredar luas sampai sekarang masih belum tersedia angkutan umum untuk aku melewati lokasi ini) aku bakal mengeluarkan "sigh2" itu juga. Gimana enggak, lha wong baru lewat Pasar Rumput aja aku dah deg2an setengah mati padahal teman2…itu masih 3-5 kilo dari lokasi kejadian!
- Sebenarnya yang ini gak bisa dibilang bikin "sigh2" banget–karena toh memang ini bukan hal krusial yang pantas jadi penyebab si "sigh"–cuma entah kenapa aku selalu merasa menyesal kalau ingat betapa kurangnya pengenalanku terhadap SMAku tersayang. Padahal aku punya waktu 3 tahun! Hehhehe…..lebih gak pentingnya lagi satu2nya pemicu bunyi "sigh" setengah mati ini adalah kenyataan bahwa: aku baru tahu kalau SMAku tersayang itu punya 8 pohon palem pada saat aku mulai kuliah (kemana aja looooo???). Padahal selama 3 tahun itu, aku selalu lewat lapangan yang sama sebanyak 365 x 3 hari (oke…agak berlebihan!) duduk dibangku sambil ngeceng liat kakak kelas main basket setiap istirahat pertama dan kedua, dan bahkan berdiri menghadap hamparan pohon2 palem tersebut setiap hari senin/sabtu di upacara bendera! Dan gak sekalipun aku pernah ngeh kalau itu pohon palem berjumlah 8!!
Kalau saja hidup bisa diulang dan kalau saja pohon palem bisa ditumbuhkan kembali (katanya dah ditebang ya??)……..Hhhhh! (ini bahasa Indonesianya "sigh" ya??) - Tempat keramat yang baru2 ini aku kunjungi……..Ganesha 10! Setiap sudut di tempat ini terasa begitu "you know lah!" Titik tempat suaramu bergema untuk dirimu sendiri di Plasa PL tersayang, padang rumput hijau (halah!) depan aula timur tempat aku memotong jalan, selasar batu tua penuh bunga terompet jingga (apa ya namanya? lupa euy! "sigh") yang bermekaran, gedung tvst dan oktagon, kolam Indonesia tenggelam, pagar besi gedung PL yang pernah jadi saksi bisu pengurunganku selama 2 jam (sapa suruh malem2 masih di kampus??), berjalan ditengah hamparan daun kering merah, coklat,kuning, dan masih banyyyyyyaaakkkk lainnya. Seakan2 setiap hal adalah kenangan tersendiri yang tidak bisa dituliskan dengan hanya satu dua kalimat, satu dua paragraf atau mungkin bahkan satu dua lembar kertas A4! Terlalu banyak kenangan….terlalu banyak hal yang hilang…..terlalu banyak helaan nafas….hhhhhh…."sigh"
(the girl who proud because finally she finished what she began–which is…..posting this writing–)
